Sabtu, 14 Mei 2011

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh: Nama : Vinsensius Mali Semester : VI (Enam) No. Absen : 26 NPM : 0832 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR PROGRAM STUDI BIOLOGI 2011 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki era globalisasi yang sangat kompleks, manusia dituntut untuk terus maju dan berkembang. Ilmu atau sains merupakan suatu bekal yang harus dimiliki manusia agar tetap bisa survive menjalani hidup dengan berbagai kemajuan teknologi yang semakin canggih ini. Pengalaman dan wawasan sains yang luas merupakan kunci untuk mencapai suatu kesuksesan, yang tentunya tidak terlepas dari kerja keras manusia itu sendiri. Pendidikan memegang peranan penting dalam peningkatan taraf hidup suatu bangsa dan negara, sebagai tolak ukur terhadap peradaban kemajuan suatu bangsa; maka pendidikan merupakan pilar utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sebagai upaya dalam mengahadapi era globalisasi dan teknologi modern. Pendidikan sebagai wadah pengembangan dan peningkatan potensi individu,baik potensi akademik; maka diperlukan sistem pengajaran yang menarik, rekreatif dan efektif, sehingga siswa termotivasi belajar, menggali dan mengembangkan potensi kecerdasannya, diantaranya adalah meningkatkan pembelajaran ilmu Biologi yang lebih baik. Kendala utama yang dirasakan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Biologi di kelas adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu terutama dalam penggunaan metode dan media serta evaluasi pembelajaran. Dimana menurut siswa metode yang dominan digunakan hanya ceramah dan tanya jawab, sedangkan medianya hanya meliputi papan tulis dan spidol sebagai alat tulis. Sedangkan pelaksanaan penilaian hanya bersifat ujian tulis saja. Oleh karena itu demi mendorong siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Biologi, maka harus ada pemanfaatan media pembelajaran yang relevan, terutama pemanfaatan mendia pembelajaran berbasis Teknologi Informasi. B. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan ini yaitu untuk mengetahui peranan teknologi informasi sebagai media pembelajaran biologi. II. TINJAUAN PUSTAKA Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebenarnya, dan lebih lama penyimpanannya. Teknologi informasi juga didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Istilah teknologi informasi mulai populer pada akhir tahun 70-an. Pembelajaran Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan (=biologie dalam istilah bahasa Belanda), diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios ("hidup") dan logos ("lambang", "ilmu"). Sampai tahun 1970-an digunakan istilah ilmu hayat (dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan"). Ilmu Biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologinya, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang sekarang disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Obyek kajian Biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Sehingga dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup dipelajari dalam genetika. Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya). Biologi merupakan ilmu yang sudah cukup tua, hal ini dikarenakan sebagian besar berasal dari keingintahuan manusia tentang dirinya, tentang lingkungan dan tentang kelangsungan hidupnya (Rustaman.2005: 7). Dalam proses pembelajaran biologi diperlukan adanya suatu model dan pendekatan pembelajaran yang jelas, efektif dan humoris serta media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Semakin banyak verbalisme, maka semakin abstrak pemahaman yang diterima. Menurut diagram cone of learning dari Edgar Dale pentingnya media dalam pendidikan adalah: 1.memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. 2.mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra. 3.menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. 4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya. 5. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985: 1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar 2. Pembelajaran dapat lebih menarik 3.Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar 4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek 5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan 6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan 7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan 8. Peran guru berubahan kearah yang positif Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta ditemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Klasifikasi dan jenis media bisa berupa: 1) Media yang tidak diproyeksikan, berupa Realia, model, bahan grafis, display; 2) Media yang diproyeksikan, berupa OHT, Slide, Opaque;3) Media video, berupa Video; 4) Media berbasis komputer, berupa Computer Assisted I nstructional (Pembelajaran Berbasis Komputer); 5) Multimedia kit, berupa Perangkat praktikum. III. PEMBAHASAN Peranan teknologi informasi sebagai media pembelajaran biologi Peranan teknologi informasi sebagai media pembelajaran biologi Mata Pelajaran Biologi berdasarkan Standar Isi (SI) masuk dalam rumpun mata pelajaran IPA dan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Mata pelajaran Biologi mempelajari permasalahan yang berkait dengan fenomena alam, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dan berbagai permasalahan yang berkait dengan penerapannya untuk membangun teknologi guna mengatasi permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Fenomena alam dalam mata pelajaran Biologi dapat ditinjau dari objek, persoalan, tema, dan tempat kejadiannya. 2. Struktur keilmuan Biologi menurut BSCS (Biological Science Curriculum Study), Biologi memiliki objek berupa kerajaan/kingdom: (a) Plantae (tumbuhan), (b) Animalium (hewan), dan (c) Protista. Ketiga objek tersebut dikaji dari tingkat molekul, sel, jaringan dan organ, individu, populasi, komunitas, sampai tingkat bioma. Adapun persoalan yang dikaji meliputi 9 tema dasar yaitu: (a) Biologi (sains) sebagai proses inkuiri/penemuan (inquiry), (b) sejarah konsep biologi, (c) evolusi, (d) keanekaragaman dan keseragaman, (e) genetik dan keberlangsungan hidup, (f) organisme dan lingkungan, (g) perilaku, (h) struktur dan fungsi, dan (i) regulasi. 3. Pembelajaran Biologi memerlukan kegiatan penyelidikan/eksperimen sebagai bagian dari kerja ilmiah yang melibatkan keterampilan proses yang dilandasi sikap ilmiah. Selain itu, pembelajaran Biologi mengembangkan rasa ingin tahu melalui penemuan/inkuiri berdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan melalui kerja ilmiah untuk memanfaatkan fakta, membangun konsep, prinsip, teori, dan hukum. Melalui kerja ilmiah, peserta didik dilatih untuk berpikir kreatif, kritis, analitis, dan divergen. Pembelajaran Biologi diharapkan dapat membentuk sikap peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka akhirnya menyadari keindahan, keteraturan alam, dan meningkatkan keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. Keterampilan proses dalam Biologi mencakup keterampilan dasar dan keterampilan terpadu. Keterampilan dasar meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, berkomunikasi, melakukan pengukuran metrik,memprediksi/meramal, menginferensi/menyimpulkan, dan menafsirkan. Keterampilan terpadu mencakup mengidentifikasi variabel, menentukan variabel operasional, menjelaskan hubungan antarvariabel, menyusun hipotesis, merancang prosedur dan melaksanakan penyelidikan/eksperimen untuk pengumpulan data, memproses/menganalisis data, menyajikan hasil penyelidikan/eksperimen dalam bentuk tabel/grafik, serta membahas, menyimpulkan, dan mengomunikasikan secara tertulis maupun lisan. Belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu: 1. Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran. 2. Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya. 3. Bahan; merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide, alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software). 4. Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya. 5. Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah, permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya. 6. Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya. Bahan & alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan. Biologi sebagai ilmu yang cakupannya sangat kompleks, memerlukan media yang benar-benar mampu men-translate ilmu dari pendidik ke peserta didik. Media komputerisasi merupakan salah satu media yang perlu dimanfaatkan dalam pembelajaran Biologi, karena selain kemudahan dalam pembelajaran, media ini juga lebih mampu menstimulus peserta didik untuk menangkap materi yang disampaikan. Kesejahteraan bangsa tidakhanya diukur pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik tetapi bersumber pada modal intelektual, social dan kepercayaan.Dengan demikian tuntutan untuk terus menerus, memutakhirkan pengetahuan khususnya ilmu Biologi menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan telah sangat mempengaruhi ekonomi dari bangsa, oleh karena itu bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan denga mutu yang tingggi. Dalam upaya meningkatkan standart mutu peran pendidik untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan lebih mementingkan pada strategi pembelajaran. Strategi tersebut mempunyai tujuan agar pembelajaran lebih berjalan produktif dan bermakna. Pada prinsipnya belajar akan lebih bermakna jika anak mampu melaksanakan suatu proses atau praktik. Banyak konsep pada pembelajaran Biologi membutuhkan pemikiran dari pendidik untuk memberikan pengalaman secara langsung karena siswa perlu dibantu untuk mengembangkan sejumlah ketrampilan proses supaya mereka mampu memahami konsep. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran Biologi adalah untuk tujuan berikut: 1. Untuk Tujuan Kognitif, dimana komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri. 2. Untuk Tujuan Psikomotor, dimana dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya. 3. Untuk tujuan Afektif, bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer. Adapun media yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran Biologi yang berbasis teknologi informasi adalah media video dan computer. IV PENUTUP Kesimpulan Teknologi informasi berperan penting dalam dunia pendidikan, yaitu untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing dalam menjawab tantangan global; Teknologi informasi sangant berperan sebagai fasilitas dan media pembelajaran sehingga mampu menstimulus siswa untuk menangkap materi yang disampaikan. Khususnya mata pelajaran biologi. Saran Pemerintah hendaknya semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis teknologi informasi untuk mencetak SDM Indonesia yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan dunia global; Para pendidik hendaknya memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Biologi agar tercipta suasana belajar yang nyaman bagi peserta didik DAFTAR PUSTAKA http://digilib.petra.ac.id/viewer.php http://elen-web.blogspot.com/ http://ktiptk.blogspirit.com http://www.denpasarkota.go.id http://hotimannasien.multiply.com http://jchkumaat.wordpress.com http://www.macromedia.co http://media.diknas.go.id http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi http://www.undp.org/hdro/hdi1.html


PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI

                                                              Oleh:


            Nama                          : Vinsensius Mali      
            Semester                     : VI (Enam)
            No. Absen                   : 26  
            NPM                           : 0832


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
PROGRAM STUDI BIOLOGI
2011




I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Memasuki era globalisasi yang sangat kompleks, manusia dituntut untuk terus maju dan berkembang. Ilmu atau sains merupakan suatu bekal yang harus dimiliki manusia agar tetap bisa survive menjalani hidup dengan berbagai kemajuan teknologi yang semakin canggih ini. Pengalaman dan wawasan sains yang luas merupakan kunci untuk mencapai suatu kesuksesan, yang tentunya tidak terlepas dari kerja keras manusia itu sendiri. Pendidikan memegang peranan penting dalam peningkatan taraf hidup suatu bangsa dan negara, sebagai tolak ukur terhadap peradaban kemajuan suatu bangsa; maka pendidikan merupakan pilar utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sebagai upaya dalam mengahadapi era globalisasi dan teknologi modern. Pendidikan sebagai wadah pengembangan dan peningkatan potensi individu,baik potensi akademik; maka diperlukan sistem pengajaran yang menarik, rekreatif dan efektif, sehingga siswa termotivasi belajar, menggali dan mengembangkan potensi kecerdasannya, diantaranya adalah meningkatkan pembelajaran ilmu Biologi yang lebih baik. Kendala utama yang dirasakan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Biologi di kelas adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu terutama dalam penggunaan metode dan media serta evaluasi pembelajaran. Dimana menurut siswa metode yang dominan digunakan hanya ceramah dan tanya jawab, sedangkan medianya hanya meliputi papan tulis dan spidol sebagai alat tulis. Sedangkan pelaksanaan penilaian hanya bersifat ujian tulis saja. Oleh karena itu demi mendorong siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Biologi, maka harus ada pemanfaatan media pembelajaran yang relevan, terutama pemanfaatan mendia pembelajaran berbasis Teknologi Informasi.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan ini yaitu untuk mengetahui peranan teknologi informasi sebagai media pembelajaran biologi.


II. TINJAUAN PUSTAKA
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebenarnya, dan lebih lama penyimpanannya. Teknologi informasi juga didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Istilah teknologi informasi mulai populer pada akhir tahun 70-an.
Pembelajaran Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan (=biologie dalam istilah bahasa Belanda), diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios ("hidup") dan logos ("lambang", "ilmu"). Sampai tahun 1970-an digunakan istilah ilmu hayat (dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan"). Ilmu Biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologinya, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang sekarang disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Obyek kajian Biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Sehingga dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup dipelajari dalam genetika. Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya).
Biologi merupakan ilmu yang sudah cukup tua, hal ini dikarenakan sebagian besar berasal dari keingintahuan manusia tentang dirinya, tentang lingkungan dan tentang kelangsungan hidupnya (Rustaman.2005: 7). Dalam proses pembelajaran biologi diperlukan adanya suatu model dan pendekatan pembelajaran yang jelas, efektif dan humoris serta media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing.
Semakin banyak verbalisme, maka semakin abstrak pemahaman yang diterima. Menurut diagram cone of learning dari Edgar Dale pentingnya media dalam pendidikan adalah:
1.memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2.mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
5. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:
1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2. Pembelajaran dapat lebih menarik
3.Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
8. Peran guru berubahan kearah yang positif Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Pengelolaan alat bantu pembelajaran sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta ditemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Klasifikasi dan jenis media bisa berupa:
1) Media yang tidak diproyeksikan, berupa Realia, model, bahan grafis, display;
2) Media yang diproyeksikan, berupa OHT, Slide, Opaque;3) Media video, berupa Video;
4) Media berbasis komputer, berupa Computer Assisted I nstructional
(Pembelajaran Berbasis Komputer);
5) Multimedia kit, berupa Perangkat praktikum.
















III. PEMBAHASAN

Peranan teknologi informasi sebagai media pembelajaran biologi
Peranan teknologi informasi sebagai media pembelajaran biologi
Mata Pelajaran Biologi berdasarkan Standar Isi (SI) masuk dalam rumpun mata pelajaran IPA dan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Mata pelajaran Biologi mempelajari permasalahan yang berkait dengan fenomena alam, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dan berbagai permasalahan yang berkait dengan penerapannya untuk membangun teknologi guna mengatasi permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Fenomena alam dalam mata pelajaran Biologi dapat ditinjau dari objek, persoalan, tema, dan tempat kejadiannya.
2. Struktur keilmuan Biologi menurut BSCS (Biological Science Curriculum Study), Biologi memiliki objek berupa kerajaan/kingdom: (a) Plantae (tumbuhan), (b) Animalium (hewan), dan (c) Protista. Ketiga objek tersebut dikaji dari tingkat molekul, sel, jaringan dan organ, individu, populasi, komunitas, sampai tingkat bioma. Adapun persoalan yang dikaji meliputi 9 tema dasar yaitu: (a) Biologi (sains) sebagai proses inkuiri/penemuan (inquiry), (b) sejarah konsep biologi, (c) evolusi, (d) keanekaragaman dan keseragaman, (e) genetik dan keberlangsungan hidup, (f) organisme dan lingkungan, (g) perilaku, (h) struktur dan fungsi, dan (i) regulasi.
3. Pembelajaran Biologi memerlukan kegiatan penyelidikan/eksperimen sebagai bagian dari kerja ilmiah yang melibatkan keterampilan proses yang dilandasi sikap ilmiah. Selain itu, pembelajaran Biologi mengembangkan rasa ingin tahu melalui penemuan/inkuiri berdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan melalui kerja ilmiah untuk memanfaatkan fakta, membangun konsep, prinsip, teori, dan hukum. Melalui kerja ilmiah, peserta didik dilatih untuk berpikir kreatif, kritis, analitis, dan divergen. Pembelajaran Biologi diharapkan dapat membentuk sikap peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka akhirnya menyadari keindahan, keteraturan alam, dan meningkatkan keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Keterampilan proses dalam Biologi mencakup keterampilan dasar dan keterampilan terpadu. Keterampilan dasar meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, berkomunikasi, melakukan pengukuran
metrik,memprediksi/meramal, menginferensi/menyimpulkan, dan menafsirkan.
Keterampilan terpadu mencakup mengidentifikasi variabel, menentukan variabel operasional, menjelaskan hubungan antarvariabel, menyusun hipotesis, merancang prosedur dan melaksanakan penyelidikan/eksperimen untuk pengumpulan data, memproses/menganalisis data, menyajikan hasil penyelidikan/eksperimen dalam bentuk tabel/grafik, serta membahas, menyimpulkan, dan mengomunikasikan secara tertulis maupun lisan.
Belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:
1. Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
2. Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya.
3. Bahan; merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide, alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).
4. Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya.
5. Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah, permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.
6. Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.
Bahan & alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan.
Biologi sebagai ilmu yang cakupannya sangat kompleks, memerlukan media yang benar-benar mampu men-translate ilmu dari pendidik ke peserta didik. Media komputerisasi merupakan salah satu media yang perlu dimanfaatkan dalam pembelajaran Biologi, karena selain kemudahan dalam pembelajaran, media ini juga lebih mampu menstimulus peserta didik untuk menangkap materi yang disampaikan. Kesejahteraan bangsa tidakhanya diukur pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik tetapi bersumber pada modal intelektual, social dan kepercayaan.Dengan demikian tuntutan untuk terus menerus, memutakhirkan pengetahuan khususnya ilmu Biologi menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan telah sangat mempengaruhi ekonomi dari bangsa, oleh karena itu bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan denga mutu yang tingggi.
Dalam upaya meningkatkan standart mutu peran pendidik untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan lebih mementingkan pada strategi pembelajaran. Strategi tersebut mempunyai tujuan agar pembelajaran lebih berjalan produktif dan bermakna. Pada prinsipnya belajar akan lebih bermakna jika anak mampu melaksanakan suatu proses atau praktik.
Banyak konsep pada pembelajaran Biologi membutuhkan pemikiran dari pendidik untuk memberikan pengalaman secara langsung karena siswa perlu dibantu untuk mengembangkan sejumlah ketrampilan proses supaya mereka mampu memahami konsep.
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran Biologi adalah untuk tujuan berikut:
1. Untuk Tujuan Kognitif, dimana komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri.
2. Untuk Tujuan Psikomotor, dimana dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.
3. Untuk tujuan Afektif, bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.
Adapun media yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran Biologi yang berbasis teknologi informasi adalah media video dan computer.


IV PENUTUP

Kesimpulan
Teknologi informasi berperan penting dalam dunia pendidikan, yaitu untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing dalam menjawab tantangan global; Teknologi informasi sangant berperan sebagai fasilitas dan media pembelajaran sehingga mampu menstimulus siswa untuk menangkap materi yang disampaikan. Khususnya mata pelajaran biologi.
Saran
Pemerintah hendaknya semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis teknologi informasi untuk mencetak SDM Indonesia yang berkualitas dan
mampu menghadapi tantangan dunia global;
Para pendidik hendaknya memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Biologi agar tercipta suasana belajar yang nyaman bagi peserta didik











DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php
http://elen-web.blogspot.com/
http://ktiptk.blogspirit.com
http://www.denpasarkota.go.id
http://hotimannasien.multiply.com
http://jchkumaat.wordpress.com
http://www.macromedia.co
http://media.diknas.go.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi
http://www.undp.org/hdro/hdi1.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar